Senin, 22 Desember 2014

Manfaat Kentang

 http://www.herald.co.zw/wp-content/uploads/2013/08/potatoes.jpg
Kentang, siapa yang tidak mengenal dengan bahan makanan pokok yang satu ini, semua orang baik balita sampai dengan lansia menyukai bahan makanan yang satu ini. Tetapi sebagian masyarakat saat ini hanya mengetahui Fungsi kentang sebagai sumber zat tenaga saja padahal ada beberapa mangfaat lainnya.
Kentang (Solanum Tuberasum) merupakan makanan pokok yang rendah kalori tetapi kaya akan zat gizi. Kentang memiliki kandungan indeks glikemik yang cukup tinggi. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukan kecepatan peningkatan glukosa atau gula darah dari karbohidrat.

Selain itu kentang adalah satu-satunya umbi yang yang kaya vitamin C , yaitu sebesar 31 mg/100gram. Dengan mengkonsumsi 100 gram umbi kentang kita telah memenuhi hampir setengah dari kebutuhan vitamin C harian kita. Dimana kebutuhan vitamin C tubuh manusia adalah 50-60 mg /hari. Namun dengan kandungan vitamin C yang tinggi menyebabkan kentang mudah berubah warna menjadi cokelat (browning).

Bagi kaum perempuan dengan mengkonsumsi kentang akan dapat mengurangi bahkan dapat terhindar dari Pre-menstrual Syndrome (PMS). Dimana PMS merupakan penyakit psikologis yang terjadi secara alami saat menjelang datang haid akibat hormone reproduksi yang meningkat.

Gejala psikologis yang biasa muncul pada perempuan saat PMS diantaranya rasa gelisah, mudah marah, dan stress akibat rasa sakit. Dengan mengkonsumsi kentang akan membuat kadar hormon serotin di otak meningkat dan memberikan efek good mood.

Apakah benar kentang dapat menyebabkan kegemukan dan hipertensi ?. Yang perlu kita ketahui kentang bukan penyebab kegemukan dan hipertensi. Tetapi pengolahan dan pemasakan kentang yang tidak baiklah yang akan menyebabkan produk kentang ini menjadi sumber kegemukan dan penyakit hipertensi. Seperti yang kita ketahui sekarang kentang dijadikan produk keripik kentang dan kentang goreng (French Fried).
Dimana dengan proses penggorengan membuat kentang mengandung lemak, selain itu ditambah pula dengan penambahan garam dan berbagai macam bahan aditif untuk mengawetkannya. Apalagi jika pengolahannya menggunakan lemak trans (lemak yang digunakan untuk menggoreng ber ulang-ulang) tentunya akan sangat berbahaya untuk pembuluh darah manusia. Proses-proses inilah yang sebenarnya menyebabkan kentang dapat memicu kegemukan dan hipertensi. 

Kalau begitu, kita ga boleh makan kentang goreng atau keripik kentang dong sekarang ?. Tentu saja boleh, hanya kita harus membatasi asupan makanan tersebut jangan terlalu berlebihan. Misalkan yang tadinya makan kentang goreng atau keripik kentang seminggu 7 kali menjadi seminggu 3 kali saja.
Sebenarnya bila kita ingin mendapatkan mangfaat yang maksimal dari kentang maka mulailah mengolah kentang dengan metode yang baik dan benar. Kentang bisa dibuat kentang rebus, bake potato atau mess potato sehingga dapat memberikan mangfaat yang optimal untuk tubuh kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar