Rabu, 29 Oktober 2014

Potensi-Potensi Yang Ada di Kabupaten Tulungagung



Gula Tebu Merah
            Salah satu industri yang potensial di kabupaten Tulungagung adalah industri gula tebu merah yang jumlahnya cukup banyak yaitu ± 170 pabrik. Untuk pengolahannya dibutuhkan tebu yang sudah cukup tua untuk digiling dan dimasak. Dalam proses pemasakan air gilingan tebu harus terus diaduk sampai mengental. Setelah mengental barulah dicetak dan dibiarkan mengeras, kemudian dikemas. Modal awal yang dibutuhkan dalam membuka industri ini yaitu sebesar ± Rp 50.000.000,-. Pemasaran gula tebu merah masih dilakukan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah saja. Industri gula tebu merah juga mempunyai peran yang besar dalam pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja.

Kacang Shanghai
            Kacang shanghai adalah salah satu oleh-oleh khas Tulungagung yang tidak boleh dilewatkan. Pabrik kacang shanghai yang ada di Tulungagung rata-rata berada di kecamatan Ngunut. Kacang shanghai terbuat dari kacang tanah yang di campur dengan campuran tepung tapioka, garam, bawang putting, dan gula, kemudian digoreng sampai kering.

Batako
            Batako adalah salah satu jenis beton yang cukup familiar dikalangan masyarakat. Pabrik batako sendiri hampir ada diseluruh wilayah Tulungagung. Batako terbuat dari pasir,semen, dan air yang dicampur yang kemudian dicetak dan dikeringan.

Geti
            Geti adalah salah satu camilan khas Tulungagung. Daerah yang banyak memproduksi geti di Tulungagung adalah kecamatan Gondang dan Sumbergempol. Geti terbuat dari kacang tanah atau wijen bahkan gabungan antara keduanya. Kacang tanah dan wijen direkatkan dengan rebusan gulan merah yang pekat kemudian dikeringkan.

Sate dan Gule Kambing
            Sate Tulungagung mirip dengan sate lainnya dan tampak sederhana, terdiri dari daging kambing yang ditusuk dalam sujen (tusuk sate) bambu, disajikan dengan bumbu kecap yang diberi merica dan petis, serta ditaburi dengan irisan bawang merah, di beberapa warung ditambah irisan daun jeruk, berbeda dengan tampilan Sate di kabupaten Trenggalek (Sate Bendo) yang dalam penyajiannya ditaburi kecambah sama seperti daerah Nganjuk, tidak seperti sate Madura dan sate Ponorogo dan Kediri, yang bumbu-nya mengandung kacang, Sehingga rasanya memang khas Tulungagung-an, pada dasarnya perbedaan rasa ini dikarenakan proses bakarnya dicelupkan dalam kuah gule.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar